Dalam firman Allah

yang artinya :

yang artinya :
Dan tidak Aku ciptakan jin
dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
(Adz Dzariyat (51) : 56)
Ayat pembukaan di atas jelas
mengisyaratkan bagi kita kaum muslim untuk hanya menyembah Zat Maha Tunggal,
yaitu Allah SWT. Shalat merupakan salah satu cara untuk menunjukkan penghambaan
kita kepada Allah. Namun lebih daripada itu, shalat tidak hanya menjadi
kewajiban atas umat muslim. Melainkan menjadi suatu kegiatan atau aktivitas
yang seharusnya menjadi kebutuhan, bukan kewajiban. Artikel yang akan anda baca
ini akan menjelaskan mengapa shalat seharusnya tidak menjadi kewajiban yang
memberatkan. Justru menjadi suatu aktivitas ibadah yang tiada duanya yang
memberi manfaat penuh bagi yang melaksanakannya. Shalat adalah satu-satunya
ibadah yang berisi gerakan-gerakan yang menyehatkan dan lebih mirip seperti
berolahraga.
Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama
di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi
anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari
berbagai jenis penyakit. Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat
dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya
bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu
sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah dirukun Islam ketiga ini sangat diakui
manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut
berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka. Begitu pula dengan shalat.
Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur
tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat
masing-masing.
Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua
tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening(limfe), dan
kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir
lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga
aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan
didepan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai
gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.


Ruku’
Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang
yang lurus sehingga bila diletakkan segelas
air di atas punggung tersebut tak akan
tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat
untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus
vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar
dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang
bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke
bawah. Selain itu, ruku’ adalah sarana latihan bagi kemih seginga gangguan
prostate dapat di cegah.
.jpg)
.jpg)
I’tidal
Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah
mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur
setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ
pencernaan. Pada saat I’tidal
dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam
perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek
melancarkan pencernaan.

Sujud

Sujud
Menungging
dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi
sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi
jantung diatas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke
otak. Aliran ini
berpengaruh pada daya piir seseoran. Oleh karena itu, sebiknya lakukan sujud
dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar mencukupi kapasitasnya di otak.
Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi
wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfa’at yang luar biasa bagi
kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk di antara sujud
Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam
yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir).
Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu
pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu
menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak
mampu berjalan.

Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih
(uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika
dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi.
Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh
otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan
harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.


Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke
kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk
merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darahdi
kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.
No comments:
Post a Comment